* URAIAN MATERI
Penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan pokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan & hasil yang diinginkan
Manfaat penilaian kinerja, antara lain :
• Mengelola operasi secara efektif & efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimum.
• Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti : promosi, transfer, & pemberhentian.
• Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dengan pengembangan karyawan & untuk menyediakan kriteria seleski & evaluasi program pelatihan karyawan.
• Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan
mereka menilai kinerja mereka.
• Menyediakan unsur dasar bagi distribusi penghargaan.
*Tahapan penilaian kinerja, antara lain :
A. Tahapan Persiapan.
Tahapan persiapan terdiri atas :
• Penentuan daerah pertanggungjawaban & manajer yang bertanggung jawab.
• Penetapan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja.
• Pengukuran kinerja sesungguhnya.
B. Tahapan Penilaian.
Tahapan penilaian terdiri atas :
• Pembandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan
sebelumnya.
• Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari
yang ditetapkan dalam standar.
• Penegakkan perilaku yang diinginkan & tindakan yang digunakan untuk
mencegah perilaku yang tidak dinginkan.
+ Penentuan daerah pertanggungjawaban harus memperhatikan hal berikut
ini, antara lain :
• Bila seseorang diberikan tanggung jawab maka ia harus diberikan daerah
pertanggungjawaban.
• Dalam daerah pertanggungjawaban tersebut, ia diberikan wewenang untuk
mempengaruhi secara signifikan berbagai variabel yang menentukan
pencapaian sasaran yang telah ditetapkan.
• Penilaian kinerja harus diawali dengan penetapan garis batas tanggung
jawab yang jelas bagi manajer yang akan dinilai kinerjanya.
• Dengan batas tanggung jawab & sasaran yang jelas, seseorang akan dengan mudah dinilai kinerjanya.
+ Kriteria penetapan tanggung jawab, antara lain :
• Tanggung jawab harus konsisten dengan wewenang yang dimiliki oleh manajer atas pendapatan dan atau biaya.
• Batas tanggung jawab harus teliti dan adil.
• Untuk mengembangkan pengendalian operasional, daerah pertanggungjawaban yang dibebankan kepada seorang manajer harus dapat diukur efisiensi & efektifitasnya dalam pemenuhan tugas khusus.
• Kriteria evaluasi kinerja yang dipilih harus sesuai dengan ruang lingkup tanggung jawab yang dibebankan kepada manajer.
*Beberapa karakteristik pusat pertanggungjawaban, antara lain :
A. Pusat Pendapatan.
• Manajer diberikan wewenang untuk mengendalikan pendapatan perusahaan.
• Manajer pusat pendapatan dimintai pertanggungjawabannya dari besarnya pendapatan yang ia dapat tanpa dimintai pertanggungjawabannya mengenai masukannya.
• Contoh :
Departemen pemasaran bertanggungjawab atas pendapatan yang dicapai sesuai target tanpa harus dibebani dengan biaya yang dikeluarkan untuk mencapai target pendapatan tersebut
B. Pusat Biaya.
Pusat pertanggungjawabannya diukur dari prestasi manajer atas dasar biaya. Contoh : Departemen produksi. Manajernya bertanggungjawab atas menghasilkan output dengan input yang biayanya serendah mungkin.
C. Pusat Laba.
• Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang manajernya diberi wewenang untuk mengendalikan pendapatan & biaya pertanggungjawaban tersebut.
• Kinerja manajer pusat laba diukur dari selisih dari pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan.
D. Pusat Investasi.
• Pusat investasi adalah pusat laba yang manajernya diukur dari prestasinya dengan menghubungkan laba dengan investasi yang bersangkutan.
• Ukuran kinerja manajernya dapat berupa ratio antara laba dengan investasi (misalnya : ROI).
No comments:
Post a Comment